Kembali ke Artikel

2 Pekerjaan Ini Diramal Elon Musk Bakal Banyak Diminati, Simak Jurusan & Kampusnya!

aris 2022-11-16 11:00:00
Pada rangkaian momen KTT G20 di Bali, CEO Tesla Motors Elon Musk, Mendikbudristek Nadiem Makarim, dan 400 mahasiswa dari seluruh Indonesia sempat berdialog dalam acara "Intergenerational Dialogue for Our Emerging Future", Senin (14/11/2022).



Musk membagikan beberapa hal menarik kepada para mahasiswa. Salah satunya adalah perspektifnya soal pekerjaan-pekerjaan yang akan banyak diminati di masa depan.



Pengakuisisi Twitter itu menyebut, pekerjaan dalam bidang artificial intelligence atau kecerdasan buatan dan energi berkelanjutan akan menjadi primadona.



"Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dan energi berkelanjutan," tegasnya, dikutip dari keterangan resmi yang diterima detikEdu (14/11/2022).



Sejumlah kampus di Indonesia pada dasarnya juga telah menawarkan jurusan atau mata kuliah yang terkait dengan bidang-bidang tersebut. Siapa saja perguruan tinggi yang memilikinya?



Universitas dengan Jurusan Terkait AI



berikut penjelasan bagian dari Kecerdasan buatan (AI) memungkinkan mesin untuk belajar dari pengalaman, menyesuaikan input-input baru dan melaksanakan tugas seperti manusia. Sebagian besar contoh AI yang Anda dengar dewasa ini - mulai dari komputer yang bermain catur hingga mobil yang mengendarai sendiri - sangat mengandalkan pembelajaran mendalam dan pemrosesan bahasa alamiah. Dengan menggunakan teknologi ini, komputer dapat dilatih untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu dengan memproses sejumlah besar data dan mengenali pola dalam data.



Kecerdasan Buatan dan Pembelajaran Mesin



Segera, saksikan video ini untuk memahami hubungan antara AI dan pembelajaran mesin. Anda akan melihat bagaimana kedua teknologi ini bekerja, dengan contoh dan beberapa kejadian lucu.



Plus, ini adalah video yang luar biasa untuk dibagikan kepada teman dan keluarga untuk menjelaskan kecerdasan buatan dengan cara yang dapat dimengerti oleh siapa pun.





Mengapa kecerdasan buatan penting?



AI mengautomasi pembelajaran dan penemuan berulang melalui data. Tetapi AI berbeda dengan automasi robotik yang digerakkan oleh perangkat keras. Alih-alih mengautomasi tugas manual, AI melakukan tugas-tugas yang sering, bervolume tinggi, terkomputerisasi dengan andal dan tanpa mengalami kelelahan. Untuk jenis automasi ini, penyelidikan manusia masih penting untuk mengatur sistem dan mengajukan pertanyaan yang tepat.



AI menambahkan kecerdasan pada produk-produk yang ada. Di sebagian besar kasus, AI tidak dijual sebagai aplikasi individu. Akan tetapi, produk yang sudah Anda gunakan akan ditingkatkan dengan kemampuan AI, mirip seperti Siri yang ditambahkan sebagai fitur pada generasi baru produk Apple. Automasi, platform percakapan, bot, dan mesin pintar dapat dikombinasikan dengan sejumlah besar data untuk meningkatkan banyak teknologi di rumah dan di tempat kerja, mulai dari intelijen keamanan hingga analisis investasi.



AI beradaptasi melalui algoritme pembelajaran progresif guna memungkinkan data melakukan pemrograman. AI menemukan struktur dan keteraturan dalam data sehingga algoritme memperoleh keterampilan: Algoritme menjadi pengklasifikasi atau prediktor. Jadi, sama seperti algoritme yang dapat mengajarkan dirinya sendiri cara bermain catur, AI dapat mengajarkan sendiri produk apa yang akan direkomendasikan berikutnya secara online. Dan model-model beradaptasi saat memberikan data baru. Propagasi belakang merupakan teknik AI yang memungkinkan model untuk beradaptasi, melalui pelatihan dan data yang ditambahkan, saat jawaban pertama tidak terlalu tepat.



AI menganalisis data lebih banyak dan lebih dalam menggunakan jaringan neural yang memiliki banyak lapisan tersembunyi. Membangun sistem deteksi penipuan dengan lima lapisan tersembunyi hampir tidak mungkin beberapa tahun yang lalu. Semuanya berubah dengan kekuatan komputer yang luar biasa dan big data. Anda memerlukan banyak data untuk melatih model pembelajaran mendalam karena model tersebut belajar langsung dari data. Semakin banyak data yang Anda umpankan kepada model, semakin akurat model tersebut.



AI mencapai keakuratan mengagumkan melalui jaringan neural mendalam - yang sebelumnya tidak dimungkinkan. Misalnya, interaksi Anda dengan Alexa, Google Search, dan Google Photos semuanya didasarkan pada pembelajaran yang mendalam - dan ketiganya terus menjadi semakin akurat karena kita semakin sering menggunakannya. Di bidang medis, teknik AI dari pembelajaran mendalam, klasifikasi citra, dan pengenalan objek sekarang dapat digunakan untuk menemukan kanker pada MRI dengan akurasi yang sama seperti ahli radiologi yang terlatih.



AI memanfaatkan sebagain besar data. Jika algoritme merupakan pembelajaran mandiri, data itu sendiri dapat menjadi kekayaan intelektual. Jawabannya ada dalam data; Anda hanya perlu menerapkan AI untuk mendapatkannya. Karena peran data kini semakin penting dari sebelumnya, data dapat menciptakan keunggulan kompetitif. Jika Anda memiliki data terbaik dalam industri kompetitif, bahkan jika seseorang menerapkan teknik serupa, data terbaiklah yang akan menang.



Beberapa jurusan di dalam ada kecerdasan buatan atau di sebut sebagai AI



1. Universitas Airlangga, S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan

Mengutip laman Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Unair, salah satu misi prodi S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan adalah mempersiapkan lulusan yang mampu mengembangkan metode kecerdasan buatan pada sistem fisik siber yang otonomi pada aplikasi industri secara luas.



Beberapa mata kuliah yang akan dipelajari di sana di antaranya Fisika Dasar, Mobile Robot, Otomasi Industri, Praktikum Pembelajaran Mesin, Autonomous Vehicle, dan sebagainya.



2. Universitas Gadjah Mada, Prodi Magister Kecerdasan Artifisial

UGM mengumumkan didirikannya prodi S2 Kecerdasan Artifisial pada Juni 2022 lalu. Lulusannya akan digelari dengan predikat MCS(AI).



Dikutip dari laman resmi kampus, wisudawan selanjutnya bisa bekerja sebagai data scientist dan analyst, AI specialist, AI entrepreneur, dan lainnya.



3. Binus University, Computer Science

Mengutip, Catalog 2020/2021 Binus University jurusan Computer Science di Binus memiliki prospek kerja sebagai artificial intelligence specialist, data scientists, IT consultant, database specialist, dan sebagainya. Jurusan ini juga menawarkan mata kuliah AI di salah satu semester.



Universitas dengan Jurusan Terkait Energi Berkelanjutan

1. Universitas Prasetiya Mulya, S1 Teknik Energi Terbarukan

Pada kurikulum S1 Teknik Energi Terbarukan, mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya akan mempelajari manajemen sumber daya pengolahan bahan baku, pembangkit listrik, efisiensi energi, dan konservasi.



Ada berbagai mata kuliah terkait energi yang akan dipelajari. Berdasarkan keterangan di situs resmi kampus, sejumlah mata kuliah yang akan diajarkan di antaranya manajemen dan konservasi energi, termodinamika, manajemen proyek, sustainable development, heat and mass transfer, dan banyak lagi.



2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, S2 Energi Terbarukan

Prodi S2 Energi Terbarukan ITS memiliki sejumlah mata kuliah pokok dan mata kuliah pilihan. Beberapa contoh mata kuliah yang diberikan di antaranya Manajemen Teknologi dan Inovasi di semester 1 dan Etika Bisnis dan Keberlanjutan di semester 4.



Kemudian, beberapa mata kuliah pilihannya ada Sumber Daya Energi Terbarukan, Solar Bioenergi and Hydropower, Energi Kebijakan dan Masyarakat, Penyimpanan Energi, juga lainnya.



Itulah pekerjaan yang menurut Elon Musk bakal banyak diminati dan kampus yang menyediakannya. Detikers tertarik menggelutinya?



Sumber : detik, sas, EduCrazy